Penerapan Business Entity Concept melalui Fitur Kantong Digital pada Transaksi QRIS Pedagang Pasar Pa'baeng-baeng
Abstract
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan prinsip dasar akuntansi, yaitu konsep kesatuan usaha, pada komunitas pedagang tradisional di Pasar Pa'baeng-baeng melalui optimalisasi fitur Kantong Bank Jago yang terintegrasi dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Masalah utama yang dihadapi pedagang adalah rendahnya pemisahan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha, yang berdampak pada pengikisan modal kerja. Fenomena ini terjadi karena pendapatan bisnis sering kali digunakan langsung untuk konsumsi rumah tangga sehari-hari tanpa catatan akuntansi yang tepat. Metode yang diterapkan meliputi pendampingan teknis secara bertahap dalam pembuatan fitur kantong digital Bank Jago pada aplikasi perbankan. Fitur ini berfungsi untuk mengklasifikasikan pendapatan dari QRIS secara otomatis ke dalam pos keuangan seperti modal stok, biaya operasional, dan keuntungan bersih. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 85% dalam pemahaman literasi keuangan dan kedisiplinan administratif. Pedagang kini mampu mengelola entitas bisnis secara mandiri dan profesional dengan bantuan teknologi digital Bank Jago. Transformasi ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha mikro di era ekonomi digital.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Sinergi Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.